Kamis, 13 Maret 2014

Pilih Golput Sama Saja Pilih Caleg Berkualitas Buruk


ilustrasi golputPemilu legislatif 2014 kurang dari satu bulan lagi. Menggunakan hak pilih pada 9 April nanti dinilai sebagai keputusan paling tepat ketimbang tidak memilih alias golput. “Tindakan golput meningkatkan potensi terpilihnya calon yang jelas-jelas buruk. Memilih justru memungkinkan calon yang baik bisa dipilih,” kata Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, Senin (10/3).
Lahirnya dukungan besar di tengah masyarakat tentang keinginan perubahan yang lebih baik dengan menginginkan terpilihnya orang-orang baik di Pemilu harus diwujudkan dengan datang ke TPS. Menurutnya, semakin banyak pemilih yang datang ke TPS untuk memilih orang baik maka akan semakin menghindarkan diri dari terpilihanya calon yang jelas-jelas buruk.
Untuk mengurangi golput dan menjadikan pemilih bisa datang ke TPS, lanjut dia, memberikan informasi tentang waktu pemilihan saja tidak cukup. “Perlu ada informasi mendalam untuk menjawab kenapa sangat perlu menggunakan hak pilih pada Pemilu mendatang,” ujar Masykurudin.
Informasi itu termasuk aspek pendanaan Pemilu. Masykurudin mengatakan, KPU perlu menjelaskan bahwa pelaksanaan Pemilu 2014 menghabiskan puluhan triliun rupiah. “Dana tersebut bukan uangnya siapa-siapa, tetapi uangnya rakyat. Uang hasil dari pajak semua rakyat,” jelasnya.
Artinya, saat masyarakat datang ke TPS sesungguhnya mereka sedang memanfaatkan proses pemilihan yang dibiayai oleh uang sendiri. Jika tidak digunakan, rakyat sama saja membuang uangnya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar