Jumat, 13 Desember 2013

Bertanya



Kuajukan pertanyaan kepadamu; bapak presiden! Apa yang kau tahu soal hak-hak yang terpasung, soal nasib yang tergadaikan, soal keinginan yang terlacurkan?

Jika kau jawab; itu bukan urusan saya! Sebetulnya apa yang menjadi urusanmu?

Kenapa diam? Kenapa lunglai dan terkatub bibirmu?. Kamu pemilik kekuasaan, digenggammu apa yang tak bisa kau lakukan?

Besok, kuundang kau keliling kampung. Ada pemandangan terbalik dari yang kau tahu dan yang tak kau tahu. Anak kecil berlarian di comberan, tempat terindah untuk mereka yang tak mampu tamasya ke ancol dan taman wisata lainnya. Ada ibu memasak air tajin untuk pengganti susu yang tak terbeli. Ada seonggok sampah yang justru ladang penghidupan bagi mereka yang mengepul barang bekas. Ada ribuan sudut kemiskinan, ribuan derita dan kesengsaraan!

Di istanamu, tentu berselempang karpet merah, kursi empuk dan meja makan yang lengkap sesajian. Tak kan kau berhimpit-himpitan saat tidur, tak antri barang sekedar pergi ke wc.

Presiden, memang orang penting. Tapi ditanganmu semestinya bisa merubah nasib rakyatmu.

(Hen Eska)

0 komentar:

Posting Komentar