[JAKARTA] Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas (70)meninggal dunia di Singapura pada Sabtu (8/6), pada pukul 17.05 waktu setempat atau pukul 18.05 petang WIB. Berikut sosok Taufiq Kiemas yang dikenang para politisi dan anggota DPR di Senayan.
Ketua DPR Marzuki Alie
"Almarhum merupakan politisi kawakan, bahkan legendaris yang berangkat dari dunia aktivis yang penuh idealisme. Di dalam dirinya tertanam rasa nasionalisme yang mendalam dan itulah yang terefleksikan ke dalam pilihan dan sikap perjuangannya. Karena itulah dapat dipahami mengapa Almarhum memiliki spektrum pergaulan yang luas, bergaul dengan semua elemen bangsa yang plural, tanpa memandang kelas atau strata ekonomi, etnisitas, agama, kesukuan dan berbagai perbedaan primordial lainnya".
"Dalam dunia politik, almarhum merupakan sosok politisi rasional yang akomodatif dan mengupayakan konsensus. Sikap dan pilihan politiknya dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip politik yang diyakininya. Komunikasi politiknya baik, dan bukan merupakan sosok pendendam. Ia juga tidak segan memberi pandangan2 yang kontruktif terhadap generasi muda dan membuka pintu bagi regenerasi politik secara rasional".
"Dalam memimpin MPR, beliau juga mempelopori konsep dan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Ini merupakan tonggak penting bagi kita sebagai bangsa yang ber-Pancasila. Almarhum juga mengajarkan ke kita semua taat konstitusi, menjaga NKRI, dan kemajemukan bangsa (bhinneka tunggal ika)".
"Kita sangat kehilangan sosok politisi besar yang nasionalis, bijak, komunikatif, terbuka, humanis, kaya gagasan, dan yang selalu memikirkan pentingnya regenerasi dan kualitas kepemimpinan politik".
"Yang tidak bisa kita lupakan juga dari almarhum adalah: sosoknya yang egailter, merakyat, terbuka, inklusif, tidak eksklusif, dialogis, dan senantiasa berpikir mencari jalan keluar yang konstruktif, tidak saja terhadap kebuntuan politik; tetapi juga bagi kebaikan bangsa dan negara".
"Secara pribadi saya punya pengalaman yang tidak terlupakan, saat kami kehabisan dana utk menyelesaikan Al Qur'an ukiran khas Palembang, terbuat dari kayu dan terbesar di dunia, beliau memberikan bantuan atas nama 5 orang, sehingga kami bisa melanjutkan pekerjaan tersebut. Saat perjalanan bersama, beliau sangat peduli, memberikan uang rial kepada istri saya untuk berbelanja, padahal istri saya memang tidak suka belanja, mungkin dilihatnya tidak punya uang".
"Marilah kita doakan almarhum, agar segala amal baktinya bagi bangsa dan negara, diterima dan mendapatkan tempat terbaik dari Allah SWT. Dan sebagai generasi penerus, marilah kita lanjutkan cita-cita mulia Almarhum melalui kecintaan kita pada negeri ini, yang diaktualisasikan dengan upaya nyata berpolitik secara rasional dilandasi semangat kegotongroyongan semua elemen dalam membangun bangsa".
Wakil Ketua MPR,Hajrianto Tohari PG
Kami bersedih sekali dan menangisi kepergian Pak Taufik Kiemas dengan hati penuh duka. Kita sangat kehilangan Beliau. Bangsa dan negara ini sungguh sangat kehilangan putra terbaiknya. Beliau adalah tokoh besar Indonesia saat ini, pemimpin politik senior yang sangat mengayomi semua golongan. Semua kelompok, aliran, dan golongan ideologis apapun menghormati beliau, dan memandang beliau sebagai seniornya. Pak Taufik selalu menjadi rujukan para politisi Indonesia dari partai politik manapun, apakah parpol berdasar agama ataukah parpol nasionalis-kebangsaan: semuanya menjadi Pak TK sebagai seniornya, kakaknya, ayahnya, bahkan rujukannya. Pak Taufik Kiemas bukan hanya milik PDIP, melainkan milik bangsa dan negara Indonesia. Kepeduliannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sangat luar biasa mengesankan. Untuk keempat pilar negara itu Pak Taufik Kiemas siap melakukan apa saja, berkorban apa saja.
"Meskipun dengan kemampuan fisik yg sudah semakin menurun, dan kesehatan yang tidak lagi prima, semangatnya selalu menyala-nyala dan menggelegak manakala sudah berbicara tentang Pancasila! Bagi beliau Pancasila dan NKRI adalah segala-galanya. Dan untuk dasar negara dan falsafah bangsa ini, Pak Taufik Kiemas tidak mentoleril pandangan-pandangan yang mengukurnya secara finansial. Pak Taufik Kiemas, selamat jalan, kami akan meneruskan komitmen dan perjuangan beliau, sampai kapanpun juga.".
Wakil Ketua MPR,Lukman Hakim Saefuddin
Kelebihan beliau adalah kemampuannya utk selalu mengajak kita semua berupaya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dibanding kepentingan yang lain.. Atensinya luarbiasa thdp pelaksanaan program sosialisasi 4 Pilar yg dijalankan MPR. Hampir 2-3 hari sekali beliau mengontak saya via telp hanya utk memonitor pelaksanaan program2 MPR. Dan saya yakin semua itu ia lakukan tak hanya kepada saya, tapi juga kpd semua pimpinan MPR yg lain..
Mantan Ketua Umum PD n Mantan Ketum HMI,Anas Urbaningrum
"Pak TK adalah senior yg perhatian dan senang memberikan semangat dan motivasi kpd anak2 muda. Pedulinya kpd regenerasi kepemimpinan bangsa sangat kuat. Beliau adalah senior yg enak, supel dan tidak berjarak. Bahasa pergaulannya jujur dan sederhana.Selamat jalan Pak TK".
Teguh Juwarno PAN
"Kepergian beliau meninggalkan rasa hampa yg dalam. Secara pribadi saya punya pengalaman bergaul dg beliau yg amat berkesan. Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa, seorang negarawan yang selalu rela berbagi wawasan dan pengetahuan bagi kami generasi muda. Meski saya tidak mengikuti jejak beliau dalam politik, tapi saya merasa beliau pernah mengajari dan menginspirasi saya saat saya menjadi wartawan RCTI. Hingga di parlemen, beliau adalah sosok yg konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Beliau tidak pernah segan untuk menjalin silaturahim dan komunikasi politik dg semua komponen bangsa. Pak TK 'hidupnya untuk Pancasila".
Anggota FHanura Nuning Kertopati mantan bendahara PDIP
"Saya turut berduka cita yg sedalam2nya atas meninggalnya pak Taufik Kiemas. Saya mengenal beliau sbg org baik,gigih dan toleran walau berkemauan keras. Beliau seorg nasionalis sejati.Pak TK sudah saya anggap sebagai orang tua saya, sebagai politisi beliau sangat pandai bergaul temannya dari segala kalangan".
Mantan Anggota FPKS Misbakhun
"Kita kehilangan salah satu negarawan besar yang punya sejarah panjang dalam menjaga NKRI, konstitusi negara dan dasar negara Pancasila". Interaksi saya dengan beliau tidak banyak, tapi beliau saat bertemu saya, mengingatkan para politisi muda untuk menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan pengalaman melihat beliau makan nasi padang begitu luar biasa. Semua hidangan berlemak dimakan sama beliau tanpa ada pantangannya".
Anggota FPG,Bambang Soesatyo
"Saya pertama kali kenal beliau sekitar tahun 80-an. Saat itu saya masih menjadi wartawan pemula di harian Prioritas milik Surya Paloh. Panda Nababan, wakil pemimpin umum harian Prioritas yang juga mentor saya itulah yg pertama kali mengenalkan TK kepada saya sebagai seorang politisi dan pengusaha. Masih segar dalam ingatan saya, Panda mengatakan: "Kau sebagai jurnalis muda harus banyak belajar dan menyerap ilmu TK. Kau ajaklah dia berdiskusi, nanti kau akan dapat banyak background cerita dibalik berita."
Saya diajak Panda menemui TK di salah satu kantornya di daerah Matraman. Berhalaman luas namun sederhana. TK ketika itu banyak berkisah tentang kekuasaan Soeharto dan seputar partai demokrasi indonesia (PDI) serta gerakan para pemuda yang mulai resah dengan otoritan orde baru. Ramah, terbuka dan hangat. Itulah kesan yang masih saya ingat hingga sekarang. Tidak hanya satu dua kali saya terlibat dalam diskusi hangat bersama Panda dan TK. Baik di kantornya dibilangan Matraman maupun di kediamannya di bilangan Cempaka Putih. Kadang ikut makan bersama masakan Ibu Mega".
"Kini, setelah puluhan tahun berlalu, saya berjumpa lagi di parlemen. Pembawaannya tetap hangat, ramah, rendah hati. Tidak ada yang berubah. Pemikirannya pun tetap sama. Fanatik nasionalisme".
Wasekjen PKS,Fahri Hamzah
"Pertama, beliau tokoh yg tak pernah membuat kita yg muda merasa kita muda dan dia tua. Karena keakrabannya mencairkan usia. Bukan cuma usia, dia juga mencairkan warna. Sehingga kita tak pernah merasa berbeda. Inilah tokoh yang kita perlukan hari ini. Ketika kita semakin nampak berbeda. Dan perselisihan politik sering membuat kita lupa bahwa kita bersaudara.Saya ini kan dianggap saudara karena mertua laki saya kan wong kito galo. Jadi sewaktu beliau tahu di pertengahan 2009 saat saya ke rumah beliau beliau kaget dan menjadi sangat akrab sampai sekarang".
Anggota FPG,Tantowi Yahya
"TK adalah tokoh yang cerdas, sederhana dan bijak. Sebagai politisi, beliau dikenal sering mempunyai gagasan yang tidak biasa (out of the box). Bagi warga Sumsel, TK adalah tokoh sentral yg bisa diterima semua golongan dan suku. Beliau pemersatu kami. TK pergi di saat bangsa dan negara ini masih membutuhkannya. Indonesia kehilangan tokoh penyeimbang dan mediator ulung. Kami warga Sumsel kehilangan kakak dan orangtua yang selama ini melindungi kami. Innalillahiwainnailaihirojiun. Semoga pak TK khusnul khotimah". [J-9]
Hypokrisis Kronis
-
Oleh Reza A.A Wattimena Awal 2026, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat,
menelan ludahnya sendiri. Ia berjanji tidak akan membawa perang baru di
dunia. B...
4 hari yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar