Sabtu, 12 Maret 2011

Tsunami Membuat Jepang Makin Beradab

illustrasi gambar: zazzle.com


oleh: hen eska
Dalam tayangan tv tampak jelas bagaimana masyarakat Jepang menerima kehadiran 'tamu istimewa' yang bernama tsunami begitu bersahaja. Penuh ketenangan dan tak tampak kepanikan. Pemandangan ini tentu saja membuat kita yang di Indonesia khususnya mencubit kulit sendiri. Selah tak percaya, bahwa penduduk Jepang amat terkendali emosinya menghadapi 'maut'. Tsunami adalah bencana alam. Tapi di Jepang seolah bagai 'sahabat' lama yang tak perlu ditakuti. Padahal amuk tsunami jelas-jelas menerjang siapa saja yang coba menghadang. Tak peduli bendungan, kapal-kapal dilaut, gedung-gedung tinggi, jembatan beton, pelabuhan dan bangunan apa saja. Begitu uga makhluk hidup seperti manusia, hewan da tumbuhan. Tsunami adalah bencana yang tak pernah gagal merengut dan mengobrak-abrik sendi-sendi kehidupan di belahan bumi ini.

Apa yang tampak ditayangan tv soal reaksi warga Jepang?. Mereka sadar betul bahwa kepanikan bukan cara terbaik menghadapihadirnya tsunami. Letak geografis Jepang yang rentan dengan gempa dasar laut, dan berdampak tsunami dengan gelombang mencapai puluhan meter telah menjadi 'biasa' bagi mereka. Itulah kemudian yang membuat Jepang tangguh melawan kedahsyatan tsunami. Seolah setiap bayi yang baru lahir di Jepang diberi pesan: "kalian hidup di negeri dengan ancaman tsunami kapan saja, terima dan hadapi saja".


Jatuhnya korban sudah barang tentu ada. Tetapi respon pemerintah Jepang dan kesiapan jiwa rakyatnya begitu uat untuk survival. Bertahan hidup dalam ancaman maut tanpa kepanikan adalah hal luarbiasa. Inilah peradaban Jepang sesungguhnya. Saya tak bisa membandingkan dengan tsunami Aceh (2006) yang maha dahsyat meluluhlantahkan negeri serambi mekah dalam soal 'peradaban' itu. Atau yang belum terlepas dari ingatan kita tentang erupsi Merapi beberapa waktu lalu yang menelan orban jiwa ratusan orang.

Pemerintah Jepang begitu cepat bereaksi. Tanpa bertele-tele. Demikian pula rakyat seluruh Jepang menggalang solidaritas nasionalnya dengan cepat dan akurat. efektifitas yang dipandu dengan manajemen bencana membuat warga Jepang tampak 'santai', tetapi terkendali dengan baik emosinya. Mengagumkan !

Mungkinkah Indonesia mampu memiliki etosperadaban yang sedemikian menghadapi bencana alam?. Ya belajar dari Jepang. Itu saja.

0 komentar:

Posting Komentar