Jumat, 21 Januari 2011

Jika Terus Berbohong, SBY bisa di-Ben-Ali-kan?

STAF khusus Presiden mengatakan SBY lebih suka dikatakan gagal daripada dikatakan pembohong dalam hal  memerintah serta capaian capaian yang diperoleh SBY, Tapi sayangnya dalam klaim yang di beberkan oleh SBY , tidak sekalipun SBY mengatakan bahwa Dia telah gagal dalam menjalankan pemerintahannya atau Gagal mensejahterakan rakyat, atau Gagal memberantas Korupsi, berarti itu sama saja SBY tidak mau jujur alias dianggap Bohong. Hal ini tentu akan semakin membuat rakyat tidak percaya pada SBY.

Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali mengundurkan diri setelah berkuasa selama 23 tahun dan Ben Ali meninggalkan negaranya di tengah tuntutan yang meningkat agar ia mengundurkan diri meski pada ia menyatakan tidak akan mengupayakan perpanjangan masa jabatan setelah 2014, tentu ini ada kesamaan dengan di Indonesia dimana makin banyak tuntutan dan peringatan kepada SBY untuk mundur dari elit politik dan aktivis, sampai tokoh tokoh agama sudah turun gunung untuk mengingatkan pada SBY tentang 18 kebohongan pemerintah SBY kepada Rakyat , padahal semua tahu bahwa tahun 2014 SBY tidak akan bisa maju lagi sebagai presiden.

Performance ekonomi Tunisia boleh dikatakan lebih bagus dibandingkan dengan Indonesia sepanjang lima tahun terkahir  dimana data tahun 2009 setelah krisis global  tahun 2008 tetap tumbuh pada 4,4%  dan begitu pula Indonesia ekonomi berhasil tumbuh 4,9 % dengan total penduduk yang lebih besar dari Tunisia  , Tingkat inflasi di Tunisia pada tahun 2009 hanya 5 % sedangkan Indonesia 9,9 % , sedangkan untuk GDP  perkapita di Tunisia pada tahun 2009 adalah 7200 US dollar sedangkan Indonesia hanya 3830 US dollar , untuk tingkat kemiskinan di indoensia mencapai 17, 8 % dan Tunisia hanya 7,4 %. Dari data data ekonomi Tunisia lebih baik tapi kenyataan pengangguran di Tunisia lebih tinggi yaitu 14,`1 % dari Indonesia  yaitu 8,4 % ini menunjukan bahwa ada suatu dugaan kebohongan yang disajikan oleh pemerintah SBY dalam hal pengangguran.

Tentu saja ini menunjukan bahwa klaim kemajuan Tunisia saja tidak menjamin untuk rakyat tidak menjatuhkan Presidennya , apalagi Indonesia hal Pemakzulan SBY akan semakin mungkin bisa oleh rakyat atau bisa juga oleh DPR  , dimana persoalan yang dihadapi oleh Tunisia adalah hampir sama dengan Indonesia dalam hal politik dan hukum dimana , hasil pemilu yang dimenangkan Ben Ali hampi r 94% tapi menuai protes akibat kecurangan , begitu juga dengan SBY yang relatif hasil pemilu juga tidak jujur atau terkesan curang akibat sistim DPT yang amburadul , tapi dari hasil pemilu rakyat Indonesia dan Tunisia masih maklum .

Namun dari sisi penegakan hukum terutama pemberantasan Korupsi di Tunisia , presiden Ali gagal melaukan pemberantasan korupsi yang dilakukan kroni kroninya serta pemerintahnya , gejala ini juga mulai terjadi pada pemerintahan SBY , dimana SBY telah gagal menangkap Big Fish dari kasus Gayus serta Bank century , tentu ini akan bisa menyulut kemarahan rakyat untuk menjatuhkan SBY seperti yang terjadi di Tunisia .

Di sektor lapangan kerja juga terjadi dikatakan menurut data ekonomi Tunisia tumbuh walaupun saat terjadi krisis global tapi kenyataannya jumlah rakyat Tunisia banyak menganggur hampir 14,1 persen dari populasi yang bekerja serta maraknya PHK di Tunisia , begitu juga Indonesia Ekonomi tumbuh tapi tingkat pengangguran tetap tinggi , dari hal ini kaum elit (DPR) , aktivis mahasiswa  Tunisia serta tokoh agama  dengan disokong oleh Kaum Buruh yang kesal akibat susahnya pekerjaan dan akhirnya melakukan pengulingan pemerintahan Ben Ali walaupun harus berhadapan dengan Polisi Tunisia , tetapi kenyataannya tentara militer Tunisia justru ikut dalam pendukungan juga untuk menggulingkan SBY  , jadi hal seperti ini mungkin saja terjadi pada diri SBY , kalau SBY tidak sadar , pasti SBY digulingkan dan yang pasti tentara Indonesia pun akan ikut bersama kaum elit , tokoh agama, mahasiswa dan buruh.

Buruh Juga Rasakan Kebohongan SBY

Kaum pekerja sebenar juga sudah merasakan bahwa  pemerintah SBY sudah banyak bohong dan terkesan gagal dalam menciptakan kesejahteraan dan perlindungan bagi buruh , satu hal yang secara kasat mata dapat kita lihat adalah bahwa pemerintah SBY telah gagal melakukan perlindungan terhadap TKI diluar negeri ,dengan  banyaknya TKI yang disiksa , dibunuh , diperkosa , tidak dibayar gajinya serta ribuan TKI di araba Saudi yang terlantar di bawah jembatan  yang samapi sekarang tidak ada langkah apapun yang konkrit dari pemerintah untuk memulangkan TKI ke Indoonesia.

Kaum pekerja sebenar juga sudah merasakan bahwa  pemerintah SBY sudah banyak bohong dan terkesan gagal dalam menciptakan kesejahteraan dan perlindungan bagi buruh , satu hal yang secara kasat mata dapat kita lihat adalah bahwa pemerintah SBY telah gagal melakukan perlindungan terhadap TKI diluar negeri ,dengan  banyaknya TKI yang disiksa , dibunuh , diperkosa , tidak dibayar gajinya serta ribuan TKI di araba Saudi yang terlantar di bawah jembatan  yang samapi sekarang tidak ada langkah apapun yang konkrit dari pemerintah untuk memulangkan TKI ke Idnonesia. Jadi , wajar kalau  pemerintah SBY itu memang tukang bohong.

Tak itu saja dalam hal melakukan kebijakan ekonomi terutama yang terkait pada sektor industri SBY selalu mengorbankan kaum pekerja, contoh yang paling nyata adalah pembatasan pengunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan berflat hitam , serta kenaikan TDL (tariff dasar listrik) diatas 18 % terhadap sector industry , pasti akan berujung pada PHK besara besaran . Jadi ,klaim SBY yang megatakan pengangguran berkurang itukan bohong besar .

Jadi, wajar saja kalau nanti buruh pun bisa ikut bergabung dengan Tokoh agama, elit politik serta Mahasiswa untuk mewacanakan pengulingan pemerintah SBY, kalau SBY terus terusan tidak mau sadar dan melakukan perubahan untuk kesejahteraan buruh. (http://jakartapress.com)
**)

oleh: Arief Poyuono SE – Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat (KPP) FederasiSerikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu

0 komentar:

Posting Komentar