Minggu, 15 Desember 2013

Gender dan Hakekat Perempuan

Dalam kondisi masyarakat yang semakin maju daya pikirnya. Ternyata masih terdapat banyak persoalan konvensionalis yang menjerat masyarakat indonesia.tak lain hal itupun terjadi di sebagian besar daerah di indonesia. banyak terjadi onani intelektual terutama kalangan masyarakat menengah ke bawah. Di mana hausnya  pemahaman ke-ilmuan yang implikasinya mengarah pada kebobrokan. Sebuah pemikiran  kedesaan alias ‘katrok’ kadang masih terbawa di berbagai kalangan masyarakat.

Hal tersebut dapat kita saksikan bagaimana pemikiran tersebut hanya terpaku pada sebuah kodrat. Misalkan sebut saja permasalahan Gender di dalam suatu masyarakat. Memang Tak layak seorang perempuan di katakan sebagai insan lemah. Walaupun Mayoritas masyarakat mengatakan hal demikian. Tetapi mereka salah mengartikan antara Gender dan Kodrat. karena disini Gender tidak dapat di ganti statusnya sebagai Kodrat dan sebaliknya.

Gender merupakan sebuah kebiasaan yang di lakukan sebagaimana mestinya. Itupun dapat di lakukan baik dari kaum adam maupun hawa. Sedangakan kodrat merupakan sesuatu ketetapan yang di berikan Allah swt kepad tanpa adanya tranformasi oleh manusia, misal status laki-laki atau perempuan ( alat kelamin ). Sebenarnya perempuan memilki peran signifikan dalan kehidupan sosial. Segala sesuatu pekerjaan hampir keseluruhan di lakuakan seorang perempuan. oleh sebab itu di katakan sebagai kaum hawa hebat. Di karenakan mereka memilki under burden ( beban berlebih ) di dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak terjadi kasus pelecehan oleh kaum hawa atas kaum adam. Sebenarnya dalam hal ini peran moralitas sendiri memilki signifikansi atau tidak? Sungguh ironis memang apabila terjadi permasalah seperti itu. Seolah–olah suatu insan cipta dapat di kategorikan sebagai hewan. Yang mana mengedepankan sebuah insting tanpa adanya pemikiran akal dan hati secara mendalam sebagai kontrol serta indikator dalam menjalani tantangan hidup.

Suatu tindakan tersebut tidak akan terjadi apabila ada mentalitas tinggi dari diri seseorang. Bahwasanya kita memilki otoritas sama dalam kehidupan. Hal ini sudah di buktikan dengan adanya pahlawan RA.Kartini sebagai simbolisasi kekuatan dalam diri kaum hawa. Disini menunjukkan bahawasanya perempuan bukan berarti hanya di pandang sebelah mata melainkan seorang yang memilki peranan tinggi dalam memperjuangkan kehidupan bangsa.

Analogi lain mendeskripsikan dalam dunia politik. Kaum hawa di indonesia memberikan mobilisasi besar dalam pemerintahan. Di mana perempuan berani dan mampu memberikan kontribusi dalam kepemimpinan suatu negara. Hal tersebut seolah memecah belahkan arti kodrat itu sendiri dalam tanda kutip. Meskipun dalam pemerintahan perempuan di beri keleluasaan hanya 12%. Lambat laun dengan adanya realisasi skill yang di miliki perempuan kemudian kesempatan unutk meluaskan kekuasaan perempuan naik menjadi 20%.

Imajinasi tentang peremepuan berpolitik. Apakah disini di anjurkan ataukah di larang ?hal tersebut tak perlu di persulit. Karena pada dasarnya pada zaman nabi sudah ada seorang perempuan yang berpolitik dan ikut perang dengan nabi. Maka dari itu apabila perempuan berpolitik masih di pertanyakan. Alangkah baiknya kontemplasi kembali suatu pertanyaan tersebut. Karena tak khayal perempuan berkecimpung dalam dunia politik. Pada dasarnya memilki tujuan sama yaitu membangun bangsa dengan kesatuan tanah air. Tanpa adanya diskriminasi dari berbagai pihak. Sehingga kesenjangan yang berujung pada kehancuran tidak akan terjadi.
Hal tersebut dapat kita saksikan pada saat kepemimpinan Hj.Ibu Megawati Soekarno Putri. Dia merupakan perempuan pertama kali memimpin bangsa Indonesia.betapa hebatnya sosok seorang perempuan yang mampu mengemban tanggung jawab besar yang sekiranya seorang laki-laki belum tentu mampu mengembannya. itu merupakan adanya usaha menyetarakan gender antara laki-laki dan perempuan. Bahwa beban yang diterima seorang laki-laki dapat pula di terima dan di lakukan oleh perempuan . Sebaliknya beban yang ada pada perempuan belum tentu dapat dilakukan oleh laki-laki .

Perlunya tranformasi tentang konsepsi keperempuanan yang mengatakan bahwa, kaum hawa merupakan insan cipta lemah dan tak dapat di berdayakan. Butuh aktualisasi diri dari seorang perempuan sendiri yang di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Serta Dengan memberikan hak khusus yang bersifat tekstual termaktup dalam undang-undang dasar dalam negara indonesia. Agar moralitas kehidupan lebih dapat menghargai jasa perempuan. apa daya apabila perempuan ini tidak hadir dalam dunia kita. Karena tiada seorang laki-laki tanpa adanya sosok seorang perempuan yang menyertainya.

Tidak perlu adanya sebuah diskriminasi bik dari segi fisik maupun mental dalam diri seseorang. Baik laki-laki maupun perempuan. Karena pada dasarnya semuanya merupakan insan yang memilki tujuan sama dan saling melengkapi. Itu bagaikan satu keping mata uang, apabila salah satu sisi keping mata uang hilang maka tiada keduanya. Sama halnya dengan kehidupan di dunia apabila tiada seorang peremepuan maka tiada pula seorang laki-laki.

Ditulis oleh: Ali Damsuki

0 komentar:

Posting Komentar