Teringat kisah ketika rasulullah SAW hijrah ke kota yastrib yang sekarang adalah madinah.
Tanpa perjuangan beliau mungkin islam tidak sampai sebesar sekarang. Yang perlu kita pelajari adalah hikmah di balik peristiwa hijrahnya rasulullah SAW. Apa saja yang belia lakukan ketika hijrah, dan Mengapa beliau melakukan tindakan seperti itu ketika Hijrah. Mari sama-sama kita pelajari apa maksud dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa hijrah ini.
Hikmah dibalik peristiwa hijrah ini sungguh sangat berharga bila kita ambil. Rasulullah SAW merencanakan untuk hijrah dengan rencana yang matang sedemikian rupa. Ini menunjukan pengajaran kepada kita semua bahwa kita umatnya harus meniru apabila kita merencanakan sesuatu harus benar-benar matang sehingga hasil dari apa yang kita lakukan bisa berbuah keberhasilan..
Benar-benar usaha lahiriah yang sangat besar dari rasulullah. dari mulai persiapa beliau pra hijrah dan saat hijrah berlangsung. Mungkin akan menjadi hal yang beda jikalau rasulullah hijrah dengan terbang atau seperti kisah beliau pada saat isra dan mi'raj maka keadaanya akan berubah 180 drajat. Inilah pelajaran yang di ajarkan baginda rasulullah SAW dalam kehidupan untuk selalu usaha jika ingin sbuah perubahan,berhijrah dari segala hal yang buruk kedalam hal yang baik tidak mudah dan sangat membutuhkan usaha dan tawakal kepada Allah.
Setelah puncak usaha untuk hijrah, beliau SAW pada waktu itu bersama sahabat abu bakar dan berangkat dari Makah setelah umat islam semua telah meninggalkan Makah. Nah ini menunjukan bahwa hakekat seorang pemimpin harus lebih mementingkan keselamatan umatnya.Mendahulukan umatnya dan membiarkan dia terakhir dan memastikan bahwa umatnya telah selamat didepan.
Ketika dalam perjalanan beliau sempat bersembunyi dari kejaran kafir quraisy di gua yang sempit yaitu gua tsur. Di gua itu banyak lubang-lubang hewan yang abu bakar ra lalu menutupi lubang itu dengan kakinya sehingga sahabat abu bakar ra meneteskan air matanya dan rasulullah menghibur dengan berkata "jangan sedih karena allah menemani kita". Ini menunjukan bahwa usaha yang jika sudah sampai puncaknya maka semua urusan diserahkan pada Allah. Artinya kita di suruh untuk selalu bertawakal ketika sudah berusaha semaximal mungkin.
Ketika sampai di yastrib di sbuah kampung yang bernama quba maka rasulullah SAW pertama kali membangun masjid. Nah mengapa rasul membangun masjid? dan beliau tidak membangun rumah untuk beliau tinggal. Ini semua menunjukan bahwa orang yang akan berdakwah dijalan allah pertama harus memperhatikan masjid dan urus urusan agama dahulu, jangan urusan dunia dahulu.
Dan setelah tinggal dikota yastrib mendapatkan masyarakat yang kurang bersatu, perang antar suku, saudara di kota tersebut. Suku muhajirin atau pendatang beragama islam, pribumi dua suku 'aus dan khajraj beragama islam, dan tiga suku bani quraidhah, bani qainuqa, dan bani nadzir beragama non muslim. Sehingga mereka smua dipertemukan oleh rasulullah SAW Dan akhirnya bisa di persatukan dengan perjanjian yang bernama "piagam madinah" yang disepakati oleh mereka.
Sehingga nama kota yastrib diganti dengan nama kota madinah yang sebelumnya juga pernah bernama thoyibah.
Suatu ketika ada orang islam membunuh yahudi. Rasul SAW marah besar dengan mengatakan "man qotala dzimmiyan fa ana qosmuh" siapa yang membunuh kafir maka berhadapan denganku. Subhanallah... Ini menunjukan betapa menghormatinya rasul SAW dengan apa yang telah disepakati.
Suatu ketika ada pencuri perempuan ditangkap, dan perempuan itu dari keluarga elit. Tapi apa kata rasulullah? "jikalau kau tangkap fathimah anaku maka aku sendiri yang akan memotong tanganya. Subhanallah... Betapa adilnya pemimpin kita.
Inilah pelajaran berharga bagi kita dari peristiwa hijrahnya rasulullah SAW sehingga membawa islam sampai sebesar sekarang ini.
Masih banyak faidah dari peristiwa hijrahnya SAW yg belum kita ambil.
Maka dari itu saya ucapkan selamat tahun baru hijriyah. Dan mudah-mudahan di tahun ini kita menjadi kaum muhajirin, kaum yang berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari jalan syaitan menuju jalan yang di ridhai Allah SWT. Amiin...
Tanpa perjuangan beliau mungkin islam tidak sampai sebesar sekarang. Yang perlu kita pelajari adalah hikmah di balik peristiwa hijrahnya rasulullah SAW. Apa saja yang belia lakukan ketika hijrah, dan Mengapa beliau melakukan tindakan seperti itu ketika Hijrah. Mari sama-sama kita pelajari apa maksud dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa hijrah ini.
Benar-benar usaha lahiriah yang sangat besar dari rasulullah. dari mulai persiapa beliau pra hijrah dan saat hijrah berlangsung. Mungkin akan menjadi hal yang beda jikalau rasulullah hijrah dengan terbang atau seperti kisah beliau pada saat isra dan mi'raj maka keadaanya akan berubah 180 drajat. Inilah pelajaran yang di ajarkan baginda rasulullah SAW dalam kehidupan untuk selalu usaha jika ingin sbuah perubahan,berhijrah dari segala hal yang buruk kedalam hal yang baik tidak mudah dan sangat membutuhkan usaha dan tawakal kepada Allah.
Setelah puncak usaha untuk hijrah, beliau SAW pada waktu itu bersama sahabat abu bakar dan berangkat dari Makah setelah umat islam semua telah meninggalkan Makah. Nah ini menunjukan bahwa hakekat seorang pemimpin harus lebih mementingkan keselamatan umatnya.Mendahulukan umatnya dan membiarkan dia terakhir dan memastikan bahwa umatnya telah selamat didepan.
Ketika dalam perjalanan beliau sempat bersembunyi dari kejaran kafir quraisy di gua yang sempit yaitu gua tsur. Di gua itu banyak lubang-lubang hewan yang abu bakar ra lalu menutupi lubang itu dengan kakinya sehingga sahabat abu bakar ra meneteskan air matanya dan rasulullah menghibur dengan berkata "jangan sedih karena allah menemani kita". Ini menunjukan bahwa usaha yang jika sudah sampai puncaknya maka semua urusan diserahkan pada Allah. Artinya kita di suruh untuk selalu bertawakal ketika sudah berusaha semaximal mungkin.
Ketika sampai di yastrib di sbuah kampung yang bernama quba maka rasulullah SAW pertama kali membangun masjid. Nah mengapa rasul membangun masjid? dan beliau tidak membangun rumah untuk beliau tinggal. Ini semua menunjukan bahwa orang yang akan berdakwah dijalan allah pertama harus memperhatikan masjid dan urus urusan agama dahulu, jangan urusan dunia dahulu.
Dan setelah tinggal dikota yastrib mendapatkan masyarakat yang kurang bersatu, perang antar suku, saudara di kota tersebut. Suku muhajirin atau pendatang beragama islam, pribumi dua suku 'aus dan khajraj beragama islam, dan tiga suku bani quraidhah, bani qainuqa, dan bani nadzir beragama non muslim. Sehingga mereka smua dipertemukan oleh rasulullah SAW Dan akhirnya bisa di persatukan dengan perjanjian yang bernama "piagam madinah" yang disepakati oleh mereka.
Sehingga nama kota yastrib diganti dengan nama kota madinah yang sebelumnya juga pernah bernama thoyibah.
Suatu ketika ada orang islam membunuh yahudi. Rasul SAW marah besar dengan mengatakan "man qotala dzimmiyan fa ana qosmuh" siapa yang membunuh kafir maka berhadapan denganku. Subhanallah... Ini menunjukan betapa menghormatinya rasul SAW dengan apa yang telah disepakati.
Suatu ketika ada pencuri perempuan ditangkap, dan perempuan itu dari keluarga elit. Tapi apa kata rasulullah? "jikalau kau tangkap fathimah anaku maka aku sendiri yang akan memotong tanganya. Subhanallah... Betapa adilnya pemimpin kita.
Inilah pelajaran berharga bagi kita dari peristiwa hijrahnya rasulullah SAW sehingga membawa islam sampai sebesar sekarang ini.
Masih banyak faidah dari peristiwa hijrahnya SAW yg belum kita ambil.
Maka dari itu saya ucapkan selamat tahun baru hijriyah. Dan mudah-mudahan di tahun ini kita menjadi kaum muhajirin, kaum yang berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari jalan syaitan menuju jalan yang di ridhai Allah SWT. Amiin...
Sumber: Imron Muhammad (http://emranelmohamed.blogspot.com)




0 komentar:
Posting Komentar