Barangkali inilah kali pertama tim sepakbola Indonesia bermain menghibur, penuh determinasi dan (sedikit) atraktif diajang piala AFF (sebelumnya Piala Tiger). Sekalipun hanya ajang level Asean, toh Indonesia hanya mampu mengukur prestasi sebatas 3 kali Runner-up. Masuknya 2 pemain naturalisasi; Christian 'el loco' Gonzales dan Irfan Harrys Bachdim setidaknya memberi nuansa baru, walaupun peran vital uga ditunjukkan pemain-pemain lokal seperti Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maiani, Arif Suyono, Zulkifli, M. Nasuha, Maman Abdulrahman dll tidaklah dipandang kecil.
Menang dipartai awal dengan skor 5:1 menghadapi Malaysia saja sebuah torehan hasil yang dianggap luar biasa mengingat prestasi timnas yang melempen 1 dekade ini. Berikutnya justru hasil lebih 'dahsyat' saat menggilas Laos 6:0 juga dianggap mencengankan, lantaran pertemuan terakhir Indonesia keok 0:2 diajang Sea Games dan hasil laga awal Laos kontra 'macan' Asean; Thailand (2:2) diputaran grup A Piala AFF ini.
Strategi pelatih Alfred Ridle juga dianggap mumpuni dengan memberi kesempatan beberapa debutan timnas semacam Oktovianus Maiani, Ahmad Bustomi, M. Nasuha dan Zulkifli plus duo naturalisasi menjadi sorotan bahwa timnas steril dari intervensi dan berani melepas pemain langganan Merah Putih tapi kontribusi kolektivitasnya tak memadai. Tak heran pemain seperi Bambang Pamungkaspun dibangkucadangkan, begitu pula dengan nama-nama seperti M. Robby.
Laga terakhir diputaran grup A menghadapi Thailand yang mengejar kemenangan adalah ujian sesungguhnya bagi Firman Utina dkk. Thailand bisa dikatakan diujung tanduk setelah hanya mampu bermain imbang melawan Laos (2:2) dan Malaysia (0:0). Dengan posisi seperti itu, tak ada pilihan lain bagi tim Gajah Putih yang diasuh mantan kapten Inggris, Bryan Robson menguber angka penuh atau kemenangan mutlak, jika ingin aman dan mendampingi Indonesia ke babak semi fnal.
Awal pertandingan tampaknya Indonesia masih menjadkan partai ini sebagai bagian yang mesti juga dimenangkan walaupun sudah mengantongi tiket ke semi fnal. Di starting line-up bisa digambarkan betapa pentingnya Indonesia memenangkan partai ini karena tradisi pertemuan dengan Thailand relatif lebih banyak menderita kekalahan. Dan...hasilnya...2:1 lewat dua pinalti Bambang Pamungkas. Berarti misi menghapus kutukan 'kalah terus' dari Thailand terpenuhi. Selamat untuk Tim Merah Putih
Hypokrisis Kronis
-
Oleh Reza A.A Wattimena Awal 2026, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat,
menelan ludahnya sendiri. Ia berjanji tidak akan membawa perang baru di
dunia. B...
4 hari yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar