Engkau yang memiliki hati, engkau juga si empunya rasa. Menetapkan hati adalah meneguhkan rasa. Segala asa berhak untuk diapungkan dan mengangkasa. Kemanapun ia mau hinggap?
Katakan saja, rasa yang terpinggirkan dan tak menyisakan sebutir asapun. Tapi jangan pernah lupakan, suatu haripun matahari akan memudar sinarnya. Itu kehendak penguasa waktu.
Bilang saja; iya! Kita punya rasa yang tak lagi saling mengisi, tak lagi saling mengiringi. Tapi jangan pernah lupakan, suatu haripun, bintang-bintang akan terbanting dan terpelanting. Itu kehendak pemilik jagad rasa.
Dan, sekarang; biarlah rasa mengalir kemana ia mau bermuara.
(Hen Eska)
Kelegaan dari Kebijaksanaan
-
Oleh Reza A.A Wattimena Siang itu, pencerahan kecil menyala di batin saya.
Ada ide kuno yang sudah lama tak disapa. Sekitar 12 tahun lalu, ketika saya
mene...
6 hari yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar