Engkau yang memiliki hati, engkau juga si empunya rasa. Menetapkan hati adalah meneguhkan rasa. Segala asa berhak untuk diapungkan dan mengangkasa. Kemanapun ia mau hinggap?
Katakan saja, rasa yang terpinggirkan dan tak menyisakan sebutir asapun. Tapi jangan pernah lupakan, suatu haripun matahari akan memudar sinarnya. Itu kehendak penguasa waktu.
Bilang saja; iya! Kita punya rasa yang tak lagi saling mengisi, tak lagi saling mengiringi. Tapi jangan pernah lupakan, suatu haripun, bintang-bintang akan terbanting dan terpelanting. Itu kehendak pemilik jagad rasa.
Dan, sekarang; biarlah rasa mengalir kemana ia mau bermuara.
(Hen Eska)
Bincang Sejarah Genosida 1965-1966, Politik Kiri di Indonesia dan
Rekonsiliasi Bersama Franz Magnis Suseno
-
*Franz Magnis: Peristiwa Pelanggaran HAM 1965-1966 Merupakan Genosida*
Sumber : Kompas, 22/07/16
*Franz Magnis: Negara Perlu Meminta Maaf Kepada Korban 1...
7 jam yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar