Kamis, 16 Januari 2014

Republik Goyang Cesar

Jam tayang unggulan, lebih dikenal dengan sebutan prime time menjadi bidikan program-program acara tv yang mampu menyedot iklan karena mampu menghipnotis pemirsa dan penotonnya. Tak tanggung-tanggung, program yang kadang jauh dari nilai-nilai edukasi justru menjadi acara yang paling ditunggu masyarakat. "Namun kita semua tahu bahwa di saat ini yang dinikmati masyarakat jauh dari hal-hal inspiratif.. Sehingga pasti acara seperti ini akan kehilangan share dan rating, karena share berada di tangan masyarakat majemuk..Kami tidak menyalahkan siapapun.. Inilah dunia TV dan Masyarakat. Dan kami pun saat ini menyerah.... Bukan untuk binasa namun utk berpikir dan berkarya lagi..Kami tidak bisa mengikuti arus dan kami berpegang pada hati... Maaf bila saya mengejutkan jutaan pemirsa dengan mengakhiri acara Hitam Putih," demikian pernyataan Deddy Corbuezier pemandu acara Hitam Putih yang akhirnya memilih menghentikan tayangannya di salah satu tv swasta itu.

Masyarakat memang dibius oleh prilaku acara tv yang tak lagi menonjolkan sisi-sisi edukasi, terpenting adalah mengemas program yang marketable. Jualan program acara yang -berisi- memang perlu kajian yang lebih cermat, jika tidak, maka bisa dipastikan hanya menghiasi layar tv dalam sekejab saja; proyek rugi! Meski demikian, masih banyak program yang mampu menjadi galian isnpirasi, padat muatan moral dan informasi bertahan di tv-tv, artinya tak melulu acara-acara sebatas mempertontonkan ketawa-ketiwi, goyang sana-sini dan ngasal.

Yang menarik adalah, betapa masyarakat haus hiburan disatu sisi, dan mengalami -frustasi- akan pemberitaan yang selalu mengangkat tema-tema kejahatan, korupsi, serta gosip-gosip selebritas. Menjadi penting untuk dikendepankan, bahwa prilaku menonton tv-pun tak ubahnya respon pada kondisi bangsa saat ini. Bagi kalangan bawah, acara seperti YKS (Yuk Keep Smile) lebih menarik ketimbang ILC, Kick Andy, Mata Najwa dll. Tapi kita lupa bahwa bangsa ini perlu membebaskan diri dari -frustasi- masyarakatnya.

Jika tak muncul acara yang bernas, maka boleh jadi acara-acara yang digelar di 
televisi dan mendapatkan perhatian besar dari penonton melalui sharing dan 
rating yang tinggi adalah potret dari bangsa ini yang sudah sumpek oleh keadaan negaranya. Jadi, mereka pun memilih untuk bergoyang dan ber-haha hihi....

Pendeknya, kita tengah hidup di Republik Goyang Cesar!

Hen Eska





0 komentar:

Posting Komentar