Senin, 16 Mei 2011

Rejim Tanggal Merah

Hulubalang istana melempar senyum.
Ia membuka lembar pengumuman untuk semua penduduk negeri.
Hari senin karena terhimpit hari selasa yang berwarna merah: dimerahkan juga !
Artinya libur sepelosok negeri.

Ini drama satu babak.
Cepat dan tepat.
Cepat karena tak mau telat.
Tepat karena tahu apa yang akan di dapat.


Penguasa istana sudah memberi hadiah libur untuk rakyatnya.
Sambut saja sebagai kegembiraan.
(Kan jarangjarang pemerintah baik hati)
"Huss..dimana letak kebaikan dari libur?".
Tiba-tiba suara ghaib menjelmakan protes dengan keras.
"Kalian negeri yang aneh !"
Lalu aku tanya padamu: bayangan yang ghaib, "Dimana anehnya?".
Ha..ha..ha.."Kalian penduduk negeri yang aneh !". Hanya itu saja jawabnya.

Cari saja jawaban di kepala kita masingmasing.
Dimana anehnya?
Apa keanehannya?
Ternyata memang aneh. Sangat aneh.

Tak ada pemerintahan dengan manajemen amburadul seperti negeriku ini.
Bahkan untuk memerahkan kalender saja menjadi keanehan sendiri.
Negara seperti mengalami leukimia. 
Secara medik, ia menunggu vonis dokter menjelma sebagai kematian.

Menyoal merah saja sudah tak cermat.
Kalkulasi yang jauh dari sebuah tata kelola adminstrasi. Tak memdai.tak kredibel ?

Jelas sudah keanehan itu justru karena negara memanjakan rakyatnya dengan hari merah.
Diumumkan hanya berselang putaran jam. Sangat singkat semua warga republik tahu kalau senin dimerahkan. Diliburkan.

Ya terima saja sebagai sedekah negara dari rejim tanggal merah.

hen eska..tak libur minum kopi

0 komentar:

Posting Komentar